Suara. com – Pedangdut Boiyen memaknai lebaran tahun ini dengan kesedihan. Bagaimana tidak, belum lama setelah kepergian sang kakak, sahabatnya, Sapri menyusul meninggal dunia.

“Ya lebaran tahun ini sedih lah. Ibaratnya kaki meja tinggal dua, ” kata Boiyen ditemui di kawasaran Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (12/5/2021) malam.

“Ditinggal kakak, ya berkurang gitu keluarga. Terus kemarin juga kehilangan sahabat kayak saudara juga bang Sapri, ” ujarnya lagi.

Terlepas dari kesedihan itu, Boiyen menyakini kepergian orang-orang tercinta merupakan suratan takdir. Namun di sini lain, tak dipungkiri lebaran tahun ini terasa berbeda dengan meninggalnya sang kakak dan Sapri.

Baca Juga: Obrolan Terakhir Boiyen dengan Almarhum Sapri, Diyakini Salam Perpisahan

“Mungkin udah memang jalannya, cuma kurang lengkap aja. Harus iklhas sudah jalannya, ” kata dia.

Kekinian, pemilik nama asli Yeni Rahmawati tersebut berusaha menerima kenyataan dan tetap kuat untuk orang terkasih di sekelilingnya.

“Sekarang nikmatin aja bersama keluarga yang wujud yang masih sehat, inch ucap Boiyen.

Pada Maret lalu, Boiyen kehilangan kakaknya karena tertabrak kereta api di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Tak sampai sebulan, kakaknya yang lain juga meninggal dunia.

Sementara Sapri atau dikenal Bang Sapri meninggal dunia di ruang ICU Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Senin (10/5/2021) sekira pukul 18. 30 WIB.

Baca Juga: Sebelum Meninggal, Sapri Fokus Biaya Persalinan sampai Tak Beli Kue Lebaran

Written by
Alan Reed